12 Tips Anti ‘Kere’ bagi Mahasiswa dan Anak Kos

Capture

Kuliah di luar kota, jauh dari orangtua, uang saku terbatas, banyak kebutuhan perkuliahan yang perlu dibeli, sampai keinginan untuk bersenang-senang menjadi persoalan utama bagi kebanyakan anak kos.

Semuanya ingin dipenuhi, tapi kondisi keuangan tidak memungkinkan. Hei, kamu tidak perlu jadi mahasiswa/i ‘kuper’ untuk mendapatkan semua itu, tetapi bukan berarti demi bersenang-senang tujuan utamamu merantau dilupakan ya. Berikut ini tips-tips mengatur keuangan bagi anak kos:

Membuat dan mematuhi daftar belanja

Daftar belanja adalah catatan ajaib yang perlu diikuti anak kos. Apalagi bagi kamu yang hobinya belanja. Bukannya tidak boleh membeli segala macam makanan, barang, ataupun komestik yang kamu inginkan, tetapi ada baiknya keinginan tersebut dikendalikan. Jangan sampai kamu berkeliling di supermarket atau toko dan membeli semua benda yang tiba-tiba kamu inginkan dan melupakan tujuan utamamu datang ke supermarket atau toke tersebut. Tentunya daftar belanja bukan hanya dibuat saja, tetapi juga dipenuhi agar manfaatnya maksimal.

Minimalkan memegang uang tunai

Tips ini sangat cocok bagi kamu yang tangannya gatal selalu ingin belanja. Dengan membawa uang tunai secukupnya dapat membantu kamu berpikir ulang untuk membeli barang-barang yang tingkat urgensinya rendah. Selain itu, bagi kamu yang suka belanja, tapi malas kepanasan di bawah sinar matahari pastinya akan berpikir ulang jika harus keluar kos hanya untuk ambil uang di ATM bukan?

Jangan tergoda diskon

Wah, ada diskon 50% + 20% loh di toko X. Hei, hati-hati. Diskon yang kamu dapat bukan 70%, tetapi diskon 50% untuk pembelian barang pertama dan 70% untuk pembelian kedua. Ada baiknya sebelum kamu membeli tanyakan dahulu hal-hal tersebut ke penjaga toko, daripada buntung bukan untung karena membeli barang yang sebenarnya kurang kamu butuhkan.

Belajar perbedaan arti kata butuh dengan ingin

Banyak manusia yang salah kaprah mengerti perbedaan kedua kata ini. Butuh berarti harus terpenuhi untuk menunjang hidupmu, sedangkan ingin, tidak wajib dipenuhi, kamu masih bisa hidup tanpa hal-hal yang kamu inginkan tersebut. Dengan pengertian akan kedua kata tersebut akan membantumu untuk memilah urutan prioritas belanjamu.

Berikan effort lebih untuk memenuhi kebutuhanmu

Ada baiknya kamu melakukan survei sebelum memutuskan untuk berbelanja. Carilah informasi mengenai barang-barang yang akan kamu beli. Bandingkan harga dan kualitas antara toko X, Y, dan Z. Pilihlah yang paling menguntungkan dan sesuai dengan tujuanmu, entah “yang penting harganya murah”, “kualitas yang utama”, “model yang utama”, atau “yah, harganya sih murah, tapi kualitas juga dilihat dong. Nanti baru dipakai sekali langsung rusak lagi”. Kalau paket data habis bagaimana dong? Manfaatkan wi-fi kos atau universitasmu. Atau, “ah, saya orangnya gaptek, mending lihat langsung”? Manfaatkan temanmu yang punya kendaraan untuk menemanimu melakukan survei. Penjaga toko tidak berhak marah jika kamu datang tanpa membeli kok.

Terima ajakan teman untuk menginap

Tidak semua waktu libur dapat kamu habiskan di rumah karena berbagai macam alasan. Biasanya saat-saat itulah pengeluaranmu meningkat karena rasa bosan dapat menyebabkan kamu ingin pergi terus, entah untuk berbelanja maupun wisata kuliner. Terkadang, temanmu mengajak untuk menginap di rumahnya. Terkadang pula, kamu menolak karena perasaan tidak enak atau takut. Sebaiknya, terima saja ajakan temanmu untuk menginap di rumahnya tersebut. Pada saat ia mengajakmu, ia sudah bertanya kepada orangtuanya untuk memperbolehkanmu menginap. Jadi, tidak perlu takut untuk menerima ajakannya. Selain itu, di rumah temanmu kamu dapat mendapat makanan gratis ditambah bonus cita rasa masakan rumah yang kamu rindukan, tetapi kalau temanmu (tanpa keluarganya) mengajak pergi saat kamu berada di rumahnya, cobalah untuk menawarkan membayar, siapa tahu temanmu juga kekurangan uang untuk menanggung dirimu dan dirinya.

Rajin-rajin cek informasi kegiatan gratis di fakultasmu

Kegiatan yang ada di fakultas dan universitasmu bukan hanya kegiatan berbayar kok, terkadang juga ada yang gratis. Tidak ada ruginya meluangkan waktu sebentar dalam satu minggu untuk memantau apakah ada kegiatan gratis yang dapat kamu ikuti. Selain dapat menambah keaktifan dan pengalaman tanpa membayar, jika kamu beruntung, kegiatan yang gratis tersebut biasanya disponsori dan dikepalai oleh pihak-pihak eksekutif fakultas atau universitasmu, seperti rektor, dekan, dosen, serta dibantu oleh beberapa mahasiswa/i terpilih. Nah, kegiatan seperti itu biasanya tidak kesulitan dana dan pasti acaranya lebih baik, serta tersedia banyak makanan tidak berbayar. Keaktifan dan pengalaman dapat, makanan juga dapat.

Jadilah mahasiswa/i pintar

Loh, apa hubungannya tips ini dengan mengatur keuangan? Begini jawabannya, dengan menjadi mahasiswa/i pintar kamu berpotensi dikenal oleh dosen, teman-teman, serta adik angkatan. Kesempatan untuk menjadi asisten dosen (dapat gaji tentunya) meningkat. Pada saat kamu membuka kelas asistensi, biasanya kesempatanmu untuk ditawari mengajar les privat lebih tinggi. Percaya deh,

terkadang gaji mengajar les privat lebih besar daripada gaji menjadi asisten dosen. Kalau ada kesempatan terima saja.

Pintar-pintar lihat peluang pekerjaan sambilan

Bagi kamu yang sistem perkuliahannya tidak secara paket per semester, pasti pernah merasakan rasanya tidak kebagian kelas, sehingga jadwalmu terasa longgar. Jadwal yang terasa longgar ini jangan hanya kamu gunakan untuk bersenang-senang, cobalah cari-cari pekerjaan yang dapat menambah uang sakumu.

Perluas pergaulan, tapi hati-hati memilih teman bergaul

Banyak orang mengatakan jangan pilih-pilih teman, tetapi bukan berarti semua teman itu baik. Banyak manusia, banyak pemikiran, banyak budaya, dan banyak kebiasaan. Nah, kamu perlu jadi ‘kutu loncat’ untuk mengakomodasi kepentinganmu. Kalau kamu sedang kurang uang, pergilah dengan teman yang sederhana. Kalau kamu punya uang lebih, kamu dapat pergi dengan teman lain yang setara. Seimbangkanlah pertemananmu sesuai dengan kondisi keuanganmu. Teman yang baik biasanya akan mengerti keadaanmu kok.

Katering atau masak sendiri

Katering atau masak sendiri dapat membantu mengendalikan porsi makanmu. Kalau makan di luar banyak kesempatan untuk lapar mata, ingin makan ini dan ingin makan itu. Katering atau masak sendiri dapat meredam hal tersebut. Jika kamu memutuskan untuk memasak sendiri, pilihlah kos yang dapat memfasilitasi keputusanmu itu karena tidak semua tempat kos memiliki dapur atau meng-gratiskan gas untuk memasak. Nah, kadang ada pertanyaan, “Ah, nanti saya jadi tidak bisa bergaul dong?”. Hal tersebut dapat disiasati dengan menyesuaikan kebiasaan dan jadwal temanmu denganmu. Percayalah, saat kuliah kamu tidak akan selalu bersama-sama dengan temanmu karena kelas, kemampuan otak, minat organisasi, dan kemampuan sosialisasi yang terkadang berlainan. Jika, temanmu hanya dapat makan denganmu saat makan siang saja, maka saat makan malam kamu dapat memasak sendiri atau katering.

Jangan menabung uang di celengan atau ATM yang sering digunakan bertransaksi

Jika kamu menabung di tempat yang memungkinkanmu untuk menarik uang sesuka hatimu, rencana menabungmu pasti gagal. Lebih baik tanyakan ke pihak bank apakah ada program yang khusus membantu rencanamu menabung. Jika ada, bukalah rekening baru khusus untuk program tersebut. Jika kamu malas, pergunakan barang-barang yang ada di kamarmu untuk menjaga niat menabungmu. Biasanya ada daerah tertentu di kamarmu yang berisi tumpukan kertas maupun buku, belilah kontainer, masukkan kertas, buku, dan celenganmu yang sudah penuh ke dalamnya. Lalu, tumpuklah kontainer

tersebut dengan benda-benda lainnya. Dijamin akan mengurangi niatmu untuk menggunakan uang yang sudah kamu tabung.

Selamat mempraktikkan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *