Kos atau Rumah? Inilah Perbedaan Keduanya

Cara-Mudah-dan-Modern-untuk-Memilih-Rumah-Kost

Bagi kamu yang bimbang menentukan nge-kos atau pulang pergi ke rumah, maupun hanya ingin mendapatkan gambaran mengenai kehidupan saat berkuliah, artikel ini cocok buat kamu. Umumnya, pilihan nge-kos dan pulang balik ke rumah muncul saat kamu lulus SMA atau sederajat dan melanjutkan berkuliah, tetapi ada saatnya pula, pilihan ini disediakan pada usia lebih muda, misalnya saat SMA atau sederajat. Kos atau rumah, umumnya pilihan ini muncul karena adanya perbedaan jarak tempuh yang besar dengan area sekolah maupun universitas, tentunya pula, masing-masing pilihan memiliki kekurangan dan kelebihannya sendiri. Apa saja sih kira-kira perbedaan keduanya?

Kos dapat mengirit waktu

Saat temanmu yang memutuskan untuk pulang pergi ke rumah sedang menempuh perjalanan, kamu kemungkinan besar sudah bersantai-santai di tempat tidur kosmu.

Kos mengajarkanmu untuk lebih disiplin bangun pagi

Saat kos kamu tidak dapat mengandalkan keluargamu untuk membangunkanmu. Jika kamu memikirkan “nanti dulu, masih pagi, 5 menit lagi deh” kemungkinan besar kamu terlambat mengikuti kegiatan perkuliahan lebih besar. Waktu keterlambatanmu akan lebih parah apabila kamu memilih tempat kos dengan kamar mandi luar. Semakin siang kamu bangun, sudah pasti semakin kecil kesempatan masuk kamar mandi tanpa antri.

Kos melatihmu lebih handal mengatur keuangan

Pengeluaran untuk makan, jajan, maupun keperluan sehari-hari tidak ditanggung oleh orangtua. Kamu perlu mengatur keuanganmu secermat mungkin agar semua kebutuhan dan keinginanmu terpenuhi.

Kos membuat risiko terkena penyakit lambung dan maag lebih sering

Saat kos, sudah pasti tidak ada yang membuatkanmu sarapan. Jika mau sarapan, kamu perlu mengeluarkan effort lebih, seperti bangun lebih pagi untuk masak ataupun membeli makanan. Selain itu, jadwal makan anak kos tidak menentu, sehingga risiko terkena maag akan meningkat. Sayangnya, tidak seperti sakit saat di rumah, saat kamu memutuskan untuk nge-kos, apabila kamu sakit, kamu perlu menyikapinya sendiri karena tidak ada orang lain yang dapat merawatmu sepenuhnya. Bukannya temanmu tidak sayang, tetapi mereka juga memiliki kegiatan sendiri.

Kos mengajarkanmu beradaptasi dan bertoleransi

Umumnya, kos tidak sebagus kamar rumahmu. Entah dindingnya lebih tipis, lampunya kurang terang, sampai kasurnya kurang empuk. Penghuni kos pun memiliki kepribadian yang beragam. Apabila malam-malam kamu mendengar tetangga sebelahmu bernyanyi saat kamu ingin tidur, kamu perlu bersabar. Jika kamu kebanjiran karena salah seorang penghuni kos lupa mematikan air setelah mandi, kamu juga perlu bersabar. Atau saat kamarmu kebocoran saat hujan, kamu perlu berpikir dan bergerak cepat untuk mengatasinya. Sudah pasti, jika di rumah renovasi diawasi oleh keluargamu, saat di kos, pengawasan proses perbaikan jatuh ke tanganmu. Hal yang perlu diingat ialah bertoleransi dan bersabar itu baik, tetapi jika sudah keterlaluan, lebih baik kamu menegur ataupun mengajar berdiskusi penghuni kos yang kurang kamu senangi.

Kos berpotensi membuatmu mendapatkan teman ataupun keluarga baru

Selain teman di kampus, kamu juga dapat berteman dengan orang-orang di kosmu yang kemungkinan berasal dari fakultas yang berbeda-beda. Kamu bisa ngobrol dan makan bersama dengan teman kosmu. Tak jarang, apabila penghuni kosmu ramah, kamu dapat mendapatkan keluarga baru yang dapat mengobati rasa rindu pada keluargamu di rumah.

Kos dapat meningkatkan kreativitas dan insting bertahan hidup

Keuangan anak kos biasanya lebih terbatas dibandingankan dengan temanmu yang pulang pergi ke rumah. Untuk mencukupi semua kebutuhan dan keinginanmu sampai kamu mendapat uang saku selanjutnya, membutuhkan kreativitas lebih. Entah kamu memanfaatkan ajakan menginap dari teman serta mengikuti seminar dan acara gratis lainnya untuk mendapatkan makanan secara cuma-cuma, sampai memilih membeli barang yang multifungsi seperti penanak nasi yang dapat memasak beras menjadi nasi, merebus mie instan, ataupun memanggang kue.

Sudahkah kamu memertimbangkan apakah sebaiknya kamu memutuskan untuk nge-kos atau pulang pergi ke rumah?

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *