Mengatasi bau mulut dengan Teh hijau

Sudah memakai cara mengatasi bau mulut bermacam macam tapi tidak mau hilang juga? level aktivitas terganggu karena bau mulut cukup tinggi? Bisa jadi kamu sudah berusaha maksimal tapi tanpa menyadari adanya sumber alami yang cukup mudah dan menyenangkan untuk mengatasi bau mulut yang kurang menyenangkan yaitu Teh hijau.

Ya, Teh hijau. Pada umumnya teh hijau lebih nikmat apabila dikonsumsi tanpa menggunakan gula ataupun krim susu, serta ditemani makanan ringan seperti kue pisang , roti lapis , dan dorayaki ( kue manis khas jepang ). Kalau kalian suka pergi jalan kuliner , the hijau biasa ditemui di restoran penyedia masakan Jepang atau Cina sebagai minuman pembuka . Padahal, sebetulnya peran teh hijau bukan sekedar minuman sampingan untuk memanjakan lidah saja, loh.

Penelitian yang ditulis di ‘ kumpulan arsip jurnal biologi kesehatan mulut ‘ menguji 3 komponen polyphenol yang secara ilmiah disebut epigallocatechin 3 gallate , disingkat EGCG , hasil pengujian membuktikan bahwa komponen EGCG paling ampuh ditemukan di daun teh hijau.

Salah satu fungsi kandungan aktioksidan polyphenols adalah membasmi bau mulut . Dikutip dari ‘kumpulan arsip jurnal biologi’ mengatakan “ Kandungan Polyphenols berfungsi seperti penetralisir hipolosis, seperti bau mulut yang disebabkan plak gigi atau radang karena terlalu banyak merokok ”.

Tidak hanya itu , Polyphenols juga telah terbukti mampu mengatasi pengkikisan gigi , dan mencegah kanker mulut . Bahkan institusi teknologi Israel telah memasukkan teh hijau kedalam daftar “ makanan super ” karena potensinya yang sangat banyak . Para peneliti di Institusi Teknologi Israel juga mengatakan bahwa apabila teh hijau diteliti lebih lanjut dan ditambah dengan kandungan kandungan lainnya tentu akan meningkatkan hasil akhir dunia medis kesehatan mulut .

Berbeda dengan teh hitam yang juga saudara dekat teh hijau , Pengolahan teh hijau dan teh hitam memang terlihat serupa walau sebetulnya tidak sama . Dikarenakan pada proses pertama dalam pengolahan , biasa disebut Pelayuan . Saat daun teh hitam memasuki fase pelayuan , hal ini akan menyebabkan perubahan senyawa senyawa kimia sehingga daun lebih lentur . Daun teh hijau mengalami hal berbeda selama pelayuan . Proses ini malah mendorong senyawa polyphenols pada daun teh hijau , sehingga daun lebih lemas . Hasil akhir tentunya kandungan kafeine teh hijau lebih rendah dibandingkan teh hitam namun memiliki kandungan polyphenols jauh lebih tinggi daripada teh hitam .

Teh hijau sendiri telah dikonsumsi oleh bangsa Cina dan bangsa Arab selama ribuan tahun , sebelum pada akhirnya Inggris datang dan mengikut jejak mereka untuk turut mengkonsumsi teh hijau . Hasil survei tahun 2012 menyimpulkan nilai penjualan ritel teh tradisional Inggris atau dikenal “English breakfast” turun hingga 7 juta poundsterling , teh racik Inggris turun 11 juta poundsterling , hanya karena masyarakat Inggris beralih ke teh hijau yang kini telah mencapai nilai 10 sampai 20 juta poundsterling terutama di kalangan wanita Inggris . Alasannya ? tentu saja karena kandungan kesehatan yang dimiliki oleh Teh hijau.

Nah lain kali jika kalian sudah mulai putus asa mengatasi bau mulut , minumlah the hijau atau carilah produk yang mengandung polyphenol yang setara.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *