Ternyata Ini Penyebab Wajah Kusam

Wajah kusam memang kurang menyenangkan baik bagi kondisi psikis ataupun biologis. Secara psikis tentunya seseorang bisa merasa kepercayaan diri berkurang, dan secara biologis memang tidak sehat. Apa sih, penyebabnya? Ini dia:

  1. Kulit mati menumpuk

Kalau kamu mencuci muka dua hari sekali, mungkin kamu berpikir rutinitas perawatan muka kamu tergolong baik, tapi ada satu langkah penting yang perlu kamu tambahkan : eksfoliasi. Menurut dermatologis, penelitian telah membuktikan penyebab paling umum seseorang memiliki wajah kusam adalah kulit mati. Kulit mati perlu dibersihkan agar kulit baru yang masih cerah merona dapat terlihat. Aktivitas eksfoliasi juga membuat ‘lapak bersih nan segar’ supaya produk kecantikan meresap ke dalam kulit dengan lebih sempurna. Jangan kaget kalau kamu merasa perbedaan yang cukup jauh usai mengaplikasikan produk kecantikan setelah melaksanakan eksfoliasi secara rutin.

Tolong diingat agar kamu memastikan proses eksfoliasi tidak kasar untuk menghindari terjadinya iritasi dan radang kulit pada kulit baru saat menggosok habis kulit mati diatasnya.

  1. Malas pakai melembab

Diatas eksfoliasi, kompleksi kulit kamu masih membutuhkan hal lain yaitu pelembab. Apabila melihat proses dari level mikro, kebutuhan membersihkan kulit mati (eksfoliasi) sering berujung kulit baru menjadi kering, karena itulah wajah jadi kusam. Menggunakan pelembab mengisi celah tersebut dengan menambahkan lipids, lemak alami wajah, yang mana mengisi ruang kosong diantara sel kulit, membuat kulit lebih halus, dan cerah.

Disarankan pula untuk menggunakan pelembab dengan kandungan ceramides, yang mampu memperbaiki fungsi lapisan kulit, dan meningkatkan water retention, dan asam hyaluronic, yang mendorong sel kulit mendistribusikan air ke serat serat lainnya. Bagaimana cara kamu mengaplikasikan pelembab penting juga, lho, agar wajah kusam cepat hilang, usapkan pelembab dengan gerakan lembut keatas untuk mendorong sirkulasi aliran darah dan menstimulasi sel di sekitar wajah dan leher. Dengan cara ini akan membawa oksigen ke permukaan kulit, membuat kulit terlohat lebih kenyal, sehat, serta terasa lebih segar.

  1. Jarang minum air putih

Kurangnya minum air putih sangat pasti berpengaruh ke kulit kamu. Dehidrasi akan mengurangi jumlah aliran darah ke kulit, membuat kamu terlihat ‘pucat dan sakit’. Kebanyakan orang atau bahkan kamu sendiri mungkin berpikir dehidrasi hanyalah masalah haus dalam jangka pendek saja dan bakal beres kalau kamu sudah minum segelas air putih atau mengaplikasikan pelembab, padahal kulit yang dehidrasi adalah masalah jangka panjang. Apabila kulit terus menerus kesulitan mendapatkan air bisa berujung pada masalah yang tak kunjung usai.

Dehidrasi juga berpengaruh lebih parah dibandingkan kosmetik. Sel kulit sebagian besar terbentuk oleh air, jadi mereka akan bekerja optimal di dalam lingkungan dengan kandungan air yang cukup. Memang sel kulit tetap bisa bekerja di dalam lingkungan dengan kandungan air tidak terlalu banyak, namun kekurangan air memiliki 3 resiko yaitu dehidrasi pada kulit bisa termasuk dehidrasi pada epidermal, dehidrasi pada dermal, atau bahkan keduanya. Epidermal (lapisan terkuat pada kulit) yang dehidrasi ditandai dengan garis atau keriput pada kulit. Tingkatnya tentu berbeda pada masing masing individu, termasuk keparahan dari dehidrasi permukaan kulit. Dermal (lapisan dalam kulit) yang dehidrasi menyebabkan pengikisan dermis dan akan sangat pasti berakhir dengan keriput dalam kulit yang dapat muncul di permukaan kulit, termasuk kontur kulit yang turun. Singkat kata, kalau tidak mau keriput, rajin rajinlah minum air putih.

Bagaimana? Apakah kamu pelaku dari salah satu ‘kejahatan’ kulit diatas? Atau malah semuanya? Jangan takut untuk berusaha ke arah yang lebih baik.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *