Tips Berkenalan dengan Orang Baru Paling Mudah

Tips berkenalan dengan orang baru tidaklah ribet, kamu tidak perlu menyiapkan kata pembuka, cara bersalaman, atau berdandan. Yang terpenting adalah senyum yang indah.

Banyak orang, terutama public figure, melatih senyum mereka untuk orang orang yang baru mereka temui. Gigi berderet rapi secara psikologis bisa meningkatkan tingkat keindahan suatu senyuman dan memperbesar kesuksesan saat mencari reputasi di hadapan orang baru.

Tapi apa, sih, sebenarnya apa sih psikologis dibalik senyum ? apa arti senyum, kenapa kita tersenyum dan bagaimana orang memandang senyum kita ?

Percaya atau tidak, Charles Darwin adalah orang pertama yang meneliti seputar senyuman. Dia menekankan bahwa senyum dapat dimengerti semua orang, berbeda dengan gerakan fisik seperti Bahasa tubuh atau ucapan, yang berbeda beda di setiap budaya. Kita memahami senyum dan perasaan dibalik senyum itu sendiri.

Senyum dan tawa juga berbeda (meski terkadang keduanya muncul bersamaan). Sejauh ini dipercaya bahwa tawa berkaitan erat dengan hiburan sedangkan senyum lebih melambangkan kebahagiaan yang besar. Memang pada akhirnya, senyum yang murni diakibatkan karena rasa senang yang membentuk emosi bahagia pada orang lain. Meski tidak harus, terkadang seseorang senang karena ia tersenyum.

Bertahun tahun, ilmuan telah menghubungkan emosi dengan perubahan dari tubuh, mulai dari detak jantung meningkat, sampai dengan otot otot mengencang zygomatic..termasuk senyum pada orang lain. Inilah yang disebut hipotesis balasan wajah. Otak kita bereaksi pada perilaku tubuh kita dan bisa jadi menggerakkan emosi kita.

Apabila kita memasang senyum, entah benar benar bahagia atau tidak, otak kita akan mengintreprestasi tanda kebagiaan dan mood kita akan berubah sesuai dengan sinyal otak. Meski tentunya senyum alami lebih terlihat ketika mood kita memang bagus, jika tidak senyum palsu pun masih oke.

Ini dia berita menarik mengenai senyum, butuh 43 otot untuk mengerutkan wajah, tapi hanya membutuhkan 17 otot ketika tersenyum. Jadi memasang senyum di wajah kamu, suka atau tidak, sebetulnya membutuhkan usaha lebih sedikit daripada cemberut.

Senyum bisa lebar, tulus, dramatis, atau spontan. Senyum bisa terlihat berbeda tergantung pada otot mana yang kamu gunakan pada bibir, pipi, atau mata. Bisa berkesan hangat, sopan, simetris, dan sinis atau jahat, menderita atau palsu. Faktanya, peneliti menemukan bahwa ada 14 jenis senyum berbeda.

Senyum yang manapun itu, mayoritas orang kamu temui sangatlah bagus saat mencari kesan karakter atau emosi pemilik senyum. Ketika kamu tersenyum, dan dibalas oleh orang yang kamu ajak kenalan, masing masing dari individu bisa menempatkan diri, memahami kondisi orang tersebut tanpa harus berkata secara gamblang. Sebagai hasilnya proses berkenalan bisa lebih lembut.
Patut diingat, bahwa meski kamu tidak merasa senang, senyum sangatlah menular. Jadi jika kamu merasa tidak bahagia, namun orang di sekeliling kamu menebar senyum, dan itu bisa meningkatkan mood kita juga.

Banyak teori juga menemukan adanya hubungan antar senyum dan dominasi. Riset membuktikan 2 orang dari beda status jenjang sosial menunjukkan bahwa orang dengan dominasi lebih tinggi tersenyum lebih sering di situasi menguntungkan namun mengurangi kadar senyum di situasi tidak menguntungkan.

Dominasi di sosial bisa berbentuk bermacam macam. Mulai dari politisi, bintang film, atlit, dokter, polisi, sampai guru. Semua peran memiliki elemen kekuatan dan semua orang ini menggunakan senyum sebagai tanda keuntungan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *